WNA Diduga Pembakar Rudensi Imigrasi Parepare Tertangkap

  • Bagikan


 

Konferensi Pers terkait dengan penangkapan WNA Asal Iran yang kabur saat terjadi kebakaran di Rudensi Imigrasi Parepare

BaIn, PAREPARE-Warga Negara Asing asal Iran yang menjadi tahanan
kantor Imigrasikelas II Parepare kabur usai membakar Ruang Detensi
(RUDENSII) Imigrasi kelas II Parepare kini akhirnya tertangkap. Sabtu (30/5/2021)

 

Petugas kantor Imigrasi kelas II Parepare akhirnya berhasil menangkap WNA asal Iran
bernama Ramin Poorbihamta yang kabur dari ruden Imigrasikelas II Parepare usai melakukan
pembakaran. Ramin ditangkap di sebuah rumah di kabupaten Pangkep Sulawesi
selatan dan dibawa kembali ke kantor Imigrasi
kelas II Parepare untuk diamankan.

 

Ramin Poorbihamta sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang
(DPO) karena kabur dari Rudensi di Imigrasi Parepare usai melakukan pembakaran di dalam ruangan tersebut
pada jumat 28 mei lalu. Sejumlah barang milik ramin diamankan sebagai barang
bukti.

 

Setelah
sehari buron kini akhirnya petugas berhasil mengamankan ramin beserta temannya
di sebuah rumah di kabupaten Pangkep. Sementara itu
Dodi Karnida, Kepala
Divisi
Imigrasi Kanwil Kemenkuham Sulsel dalam konperensi persnya menyebutkan, WNA tersebut tercatat sebagai pengungsi yang
seharusnya tinggal di
Rudensi di Makassar karena melanggar keimigrasian

 

“yang bersangkutan berstatus sebagai pengungsi dia
memiliki UNHCR tapi telah mati tertanggal 4 Januari 2021, seharusnya dia
tinggal di rumah singgah Community House di Makassar. Rencananya yang
bersangkutan akan dipindahkan di Rudening Makassar namun karena ada insiden
kebakaran dan WNAnya kabur jadi tertunda. Yang bersangkutan melanggar
undang-undang keImigrasian,”urai Dodi Karnida saat kepada awak media saat
menggelar pres rilis

 

 

Hingga saat ini suasana di Rudensii
Imigrasi
kelas II Parepare masih dipasangi garis polisi.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dengan pembakaran yang dilakukan WNA
tersebut
. (*)



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.