Rebutan Pacar Berujung Penganiayaan Gemparkan Padangsidimpuan, Pelaku Kini Ditahan Polisi

  • Bagikan
Rebutan Pacar Berujung Penganiayaan Gemparkan Padangsidimpuan, Pelaku Kini Ditahan Polisi
Rebutan Pacar Berujung Penganiayaan Gemparkan Padangsidimpuan, Pelaku Kini Ditahan Polisi

webazril.com, Padangsidempuan Polisi tidak melakukan penahanan terhadap cukup umur putri pelaku perundungan dan penganiayaan kepada temannya sendiri, alasannya usianya masih anak-anak. Aksi kekerasan ini sempat booming di media umum, sehabis videonya tersebar luar.

Rebutan Pacar Berujung Penganiayaan Gemparkan Padangsidimpuan

Saat ini polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Mereka merupakan teman-sahabat pelaku dan korban yang terekam dalam video trend tersebut. Ada sembilan saksi yang sudah dimintai keterangan di kantor polisi.

Dalam video berdurasi 14 detik tersebut, tampakseorang remaja putri tak berdaya usai diinjak-injak oleh pelaku yang dikenali masih teman sepermainan. Bahkan agresi kekerasan ini, disaksikan oleh sejumlah sampaumur lain yang terkesan melaksanakan pembiaran, dan hanya menonton agresi keji tersebut.

Video kekerasan ini viral usai diunggah oleh abang korban di media sosial. Polisi pun bergerak cepat usai menerima laporan korban, pelaku berinisial NG eksklusif diciduk sehabis bersembunyi di rumah pamannya di Kampung Darek, Padangsidimpuan.

Dari pengukuhan korban dan pelaku, dimengerti motif aksi perundungan dibarengi kekerasan fisik tersebut, karena berebut sobat lelaki. Pelaku menuding korban, telah merebut kekasihnya yang juga masih satu teman permainan dengan keduanya.

Kepada polisi, mereka mengaku aksi perundungan dibarengi kekerasan fisik tersebut telah direncanakan oleh pelaku, dengan berpura-pura mengajak korban bermain bersama di sebuah kawasan.


Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Bambang Priyanto menyampaikan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak menahan pelaku karena masih bawah umur. “Pelaku diketahui masih berusia 15 tahun, dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama,” tegasnya.


Bambang menambahkan, pihak keluarga pelaku dan korban ketika ini sedang menempuh langkah mediasi untuk menuntaskan kasus ini, yang difasilitasi Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Pemkot Padangsidimpuan.

Berkaca dari kasus ini, Bambang meminta para orang tua lebih mengetatkan pengawasan kepada pergaulan belum dewasa mereka, terlebih dikala ini kegiatan sekolah yang ditiadakan ketika pandemi COVID-19 membuat pergaulan anak kian bebas.

Sc

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.