Bareskrim Polri Ungkap Kasus Perbuatan Ilegal Backlink Judi Onlen Di Situs Pemerintah,4 Tersangka Berhasil Diamankan

  • Bagikan

Webazril.com-Bareskrim Polri ungkap kasus perbuatan ilegal yang memasukan backlink permainan judi onlen di situs remi pemerintah,yang jelas merugikan.Mereka memasukan link ilegal ke dalam lama situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan.

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Perbuatan Ilegal Backlink Judi Onlen Di Situs Pemerintah

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Perbuatan Ilegal Backlink Judi Onlen Di Situs Pemerintah
Dok : Humas.porli.go.id

Bareskrim porli berhasil amankan empat orang tersangka terkait kasus perbuatan ilegal yang memasukan backlink ke dalam situs pemerintah.Dari 4 orang tersangka yang berhasil di amankan Bareskrim Porli yaitu ATR,AN,HS dan NFR.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.Kadiv Humas Porli Irjen Argo Yumono bersama tim Cyber Bareskrim Polri langsung melakukan tindakanaa penyidikan.

Para pelaku memasukan baclink ke dalam situs pemerintah atau lembaga pemerintah untuk membubuhkan rating.Backlink itu sendiri jika nantinya di klik akan muncul sisipan gambar.Perbuat ini jelas merugikan pemerintah dan lembaga pendidikan.

“Website judi online rantingnya akan tinggi,jika di klik dalam situs pemerintah” ungkap Kadiv Humas Porli Irjen Argo Yumono pada Rabu 13 Oktober 2021,di Bareskrim Mabes Porli Jakrarta.


Dari hasil penyidikan Argo Yumono menjelaskan,pelaku tersebut ditemukan tidak dalam satu tempat melainkan di tempat atau wilayah berbeda seprti di wilayah Boyolali,Bondowoso hingga Malang,Jawa Timur.

Penyidik berhasil menemukan pelaku berinisial ATR di rumahnya, dan berhasil amankan sejumlah barang bukti seperti PC dan handphone. ATR tersebut perannya sebagai pelaku marketing jasa judi online.Ungkap Argo Yumono dalam keterangannya.

Argo Yumono juga menjelaskan,dalam hasil penyidikan tim Cyber Bareskrim Porli,penyidik berhasil mengamankan berinisil AN di Bondowoso.AN perannya sebagai menyiapkan akses.


Penyidik menemukan kembali pelaku berinisial HS ia peranya sebagai menempatkan link judi onlen kedalam artikel pemerintah.Sedangak NFR ditemukan penyidik di Malang,ia bertugas yang mengakses situs pemerintah” tutur Argo Yumono.

Dari hasil perbuatannya,ke empat tersangka ini akan terkena pasal berlapis Antara lain, Pasal 46 ayat 1/2/3 Jo Pasal 30 ayat 1/2/3 dan atau Pasal 48 ayat 1/2 Jo Pasal 32 ayat 1/2 dan atau Pasal 27 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 303 dan atau Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.***

  • Bagikan